
Ternate, (MR) – ” Jabatan adalah amanah , yang nantinya bukan hanya dipertanggungjawabkan hanya dalam konteks duniawi tapi juga dipertanggungjawabkan dihadapan sang khalik , Allah SWT ” . Demikian statement ( pernyataan ) Adha Novita , SE saat dimintai tanggapannya oleh awak mediarakyat kaitannya dengan job posisionnya sebagai Lurah kelurahan Bastiong Talangame .
Adha memang baru saja dilantik oleh Walikota Ternate ,DR Tauhid Soleman , M.Si kurang lebih sebulan lalu sebagai Lurah Bastiong Talangame menggantikan Lurah sebelumnya Masdiyana Safar , S.STP .
Mengawali tugasnya sebagai Lurah , Ia tidak harus dipaksakan untuk memformulasi atau menyusun program kegiatan versi dirinya tapi penting buatnya untuk membangun kebersamaan dalam komunikasi dan kordinasi dengan internal yang ada di kantornya .
Upaya ini untuk mempelajari dan mengkaji program kegiatan yang dibikin oleh pejabat sebelumnya .” Saya memulai dengan penataan administrasi disamping Saya harus menyesuaikan dengan program kegiatan yang telah dibuat oleh Lurah sebelumnya kemudian Saya juga pingin mengkolaborasi dengan ide program versi Saya . Disamping itu Saya juga harus berkordinasi atau melakukan pendekatan dengan semua Ketua RT / RW , tokoh masyarakat , tokoh agama , pemuda juga Babinkamptibmas dan Babinsa . Ini juga penting dalam menyerap berbagai aspirasi , masukan , kritik dan saran yang kontruktif ” ulas Adha yang juga lulusan Fakultas Ekonomi .
Ia juga menyampaikan saat ini program kegiatam yg lagi digarap adalah program pemberdayaan masyrakat . Turunan dari program pemberdayaan ini adalah Budidaya tanaman Hidroponik . Ini dengan cara memanfaatkan pekarangan rumah warga yang serba sempit untuk ditanami tanaman
untuk kebutuhan pangan keluarga .
Selain itu Kelurahan Talangame yang memiliki beberapa sarana strategis seperti pelabuhan antar pulau Bastiong ,sentra ekonomi berupa pasar inpres Bastiong , Pelabuhan Perikanan Nusantara dengan fasilitas kawasan industri Perikanan Tangkap .
Dengan sarana strategis ini menurut Adha kompleksitas permasalahan yang ada kaitannya dengan mobilitas sosial ekonomi dengan segala konsukwensinya sebenarnya harus butuh kerjasama , kordinasi antar dinas dinas terkait dengan pemerintah kelurahan . Ambil contoh seperti penanganan sampah dikawasan pasar , pengaturan pedagang pasar termasuk masalah kamptibmas.
Bagi Adha sukses program di tingkat Kelurahan apabila semua elemen punya kebersamaan membangun , kebersamaan akan ada jika semua punya rasa kesadaran akan pentingnya pembangunan .
Ia optimis sukses program di tingkat kelurahan , bukan hanya di Kelurahan yang dipimpinnya tapi juga Kelurahan lain akan menjadi buah kesuksesan program Bapak Walikota dan Wakil Walikota Ternate yang dikenal dengan Ternate Andalan. (KOKO ATENG MRC)
